Kisaran, 8 Juni 2026. Universitas Royal bekerja sama dengan Aklan State University, Filipina, serta didukung oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Royal, sukses menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Future-Ready Skills: Bridging Technology, Business, and Education in the Digital Age” pada Senin, 8 Juni 2026 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik internasional yang menghadirkan lima narasumber dari tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Royal (Indonesia), Aklan State University (Filipina), dan Suranaree University of Technology (Thailand). Webinar diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peserta dari berbagai kalangan yang ingin memperluas wawasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.
Kegiatan webinar diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Royal, Wan Mariatul Kifti, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sementara itu, President Aklan State University, Dr. Jeffrey A. Clarin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya webinar internasional yang mempertemukan akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, kerja sama antarperguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih terbuka, inovatif, dan berorientasi global.


Dalam pemaparannya, Prof. Zeus Bryan Nicolas dari Aklan State University membahas “Foresight for Everyday Life: Decisions that Shape Your Future”, pentingnya kemampuan melihat peluang dan tantangan masa depan melalui keputusan yang diambil hari ini. Menurutnya, kemampuan berpikir ke depan menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting dalam menghadapi perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan.
Selanjutnya, Dr. Jeffrey Dawala Wilang dari Suranaree University of Technology, Thailand, “Digital Tools, AI, and Brainwave Analytics in Language Education Research”, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan analisis gelombang otak dalam penelitian serta pengembangan pendidikan bahasa.
Dari Universitas Royal, Bapak Jeperson Hutahean, M.Kom “Artificial Intelligence and Data Analytics for Everyday DecisionMaking”, menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan dan analisis data dapat membantu proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan data secara efektif menjadi salah satu kebutuhan penting di era digital saat ini.
Sementara itu, Miss Hazel Joy L. Rabe dari Aklan State University “Educating for Society 5.0: What Pedagogy Looks Like When Humans and AI Co-Exis”, ia menjelaskan bagaimana manusia dan kecerdasan buatan dapat berkolaborasi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Materi lainnya disampaikan oleh Ibu Nirda Julianda, S.Pd., M.M. dari Universitas Royal “Digital Entrepreneurship and E-Commerce”. Ia menjelaskan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui platform digital untuk mengembangkan usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Melalui webinar ini, para peserta memperoleh wawasan baru mengenai berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan, mulai dari kemampuan berpikir strategis, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, analisis data, inovasi pendidikan, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi.Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Royal dalam memperluas jejaring internasional dan menghadirkan pengalaman belajar global bagi mahasiswa. Kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, Universitas Royal berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak mitra internasional. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika diharapkan dapat meningkatkan kompetensi global, memperluas wawasan internasional, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan teknologi di masa depan.